YOU'RE GONNA LIVE FOREVER IN ME

I never thought that I've to feel this ☺️ 


My life was fine when they were here with us.

I begun my life without touches of a mother, she left me on the day after I was born. But there are so many support for me, so I can sit here to type this writing. I don't know what purpose I write this. Maybe I just want to make a Memories of what I feel right know. That's it.. 

Losing mom isn't make me lost of mother protection, there are my grandma and my aunt that I called Mamah who take care of me from I was born until 7 March 2017. Its really hard for me and my family.. 

The only one who can I hug so tight kiss so hard and make me cry when I imagined "what I can be, if she left me." I oft see her face when she asleep, it feel so easy to face whole thing in this world because I know she will always protect me no matter what. But i only feel it for Not longer. on my 21st it changed everything It just happened so fast. It happened. Not only mind but its real. My world just RUIN at that time.

(7 March 2017) That morning, she were in her pain,my family called doctor to check her up. I was too prestige to show my worry about her, so I keep going to work, unless my sister. I think she already felt there's something wrong to my grandma, so she decided to take a day off on that day. On the afternoon, with the uneasy feeling I always checked my phone every minutes make sure there's no bad news came on my notification. But its just happened, my sister called me and asked me to get home asap. I was crying on my way to home, cannot imagine what happened to my grandma.

Sesampai dirumah, keadaan sudah ramai dengan sedikit saudara dan beberapa tetangga. Melihat sosok yang ku sayang sudah nafas satu satu, tanpa pikir panjang langsung ku peluk dan mengucapkan maaf sedalam-dalamnya untuk apa yg sudah ku perbuat semasa beliau ku rawat, segala kekhilafanku.. maafin ya nek, maaf putri selalu marah kalau nek sedang berfikir semua ini adalah masa lalu yang seolah2 nek lihat ada sosok eyang yang sudah mendahului nek, putri selalu marah kalau nek pup sembarangan dilantai, padahal mungkin sebenernya nek lakuin itu bukan karena sengaja. MAAF YA NEK!!


Tidak lama dari segala ucapan maaf dan iringan bacaan La'ilahailallah, nek menghembuskan nafas terakhirnya, seperti seseorang yg sedang mengorok saat tidur. Bedanya setelah itu nafasnya nek sudah tidak ada lagi, kami cari cermin untuk memastikannya. Ternyata sudah tidak ada embun yang muncul di cermin, it means nek sudah pulang bertemu eyang disana. Kejadian itu menjadi pengalaman pertamaku melihat seseorang yg ku sayang dipanggil Allah swt dan setelah beberapa lama terfikir, nek menunggu ku untuk tiba dirumah sebelum nek benar2 pergi. Allahualam.. semoga nek maafin semua kesalahan putri ya nek Aaamiin

Ayah yg belum sedikit terima cuma berkata "tadi nek belum makan, coba bangunin makan dulu"... Really? I think it only happen on the movie, but it was real. 

--3 tahun sebelumnya--

17 June 2014, my aunt that I called as Mamah. Who gave her Asi to me, take care of me and my sister, a figure that replaces our mom is left us too. At that time, I work together with her. We were teacher in Private School at KotaBumi, Tangerang. Pada saat itu kami sedang ada kegiatan penataran guru seminggu full di daerah Pasar Kemis. Pulang pergi memang, tapi dimulai dari pagi sekitar jam 7 dan berakhir Sore sekitar jam 5. Tentu bukan kegiatan seperti seminar yang hanya melihat orang berbicara di depan, namun kegiatan yg membuat kita berfikir keras, menyusun rencana pembelajaran sekaligus cara mengajar dengan metode baru K13 wkt itu baru muncul sepertinya.

Sebelumnya aku mau jelasin kegiatan mamahku. Beliau adalah sosok pekerja keras. Kegiatannya dimulai bangun jam 4 pagi siapkan makanan untuk ketiga anaknya dan suaminya dirumah setelah itu jam 6 sudah harus berangkat mengajar di sekolah berakhir jam 3, dan ngajar les lagi sampai jam 4 sore. Sepulang dirumah sekitar jam 5an membereskan rumah dan mulai mengajar les lagi dirumah jam 7 malam sampai selesai. Kegiatan itu berulang setiap harinya. Thats why "wanita itu hebat". proud of you mah ☺️

Singkat cerita, sepulang dari penataran entah kenapa hari itu sangat melelahkan dari hari sebelumnya. Ditengah jalan, mamah memintaku berhenti karena kepalanya pusing, beliau bilang di belokan sebelumnya seperti ada yg tampar di sekitar daerah telinganya kencang sekali, disaat itu aku malah memarahinya karena aku beranggapan mamah tidak makan nasi kotaknya tadi siang "mamah makan ga nasi kotaknya tadi? jangan dibawa pulang mah itu kan jatah makan siang mamah!" omelku karena beliau sering kali mengorbankan apa yg ia dapat hanya untuk dibawa pulang dan diberikan ke anaknya dirumah :( Tidak lama mengeluh sakit mamah tumbang sebelum sampai di warung untuk membeli teh anget. Panik bingung yang aku rasain, disitu aku hanya bertiga dengan mamah dan satu guru yg ikut nebeng pulang naik motorku.

Setelah mamah sadar, mamah seperti mengigau dengan bicara cepat seperti guru yg sedang memberikan materi ke siswanya. Aku peluk mamah sambil nangis, membisikan kalimat istighfar di telinganya. Tidak lama kemudian mamah muntah muntah dan kembali normal(sadar). Ku telpon kakaku untuk segera kirimkan ambulan ke lokasi, namun tidak bisa. Alhamdulillah pak RT di komplek perumahan tempat kita berhenti berbaik hati mengantarkan kami dengan mobil miliknya. Di dalam mobil mamah bilang telinganya gabisa denger "mamah budeg ga denger apa2" katanya. Aku kesal, ku bilang engga mamah ga budeg. Padahal maksudnya mamah sedang laporan tapi aku ga fokus dan pengen cepet2 sampe klinik -_-

Sesampai di klinik, dokter bilang tensi mamah sampai 260 waktu itu. Astaghfirullah... Bisa-bisanya dengan tensi setinggi itu, mamah masih sempatnya bilang "minta surat sehat dok, untuk dibawa penataran besok" 

Tidak lama saat itu, mamah harus dirawat ke Rs. Dijemput ambulan dengan Kaka ku. aku tidak ikut ke Rs karena harus pulang sudah terlalu capek hari itu dan tidak tega juga melihat mamah yg kekeuh sebenernya gamau dirawat (rasanya bingung harus apa)

Hari ke hari kondisinya semakin memburuk, diharuskan Ct-scan segala macem. Semenjak hari kejadian sampai 2hari kedepan, aku sama sekali ga berani jenguk mamah yang katanya sudah tidak respon karena struk di daerah kakinya. Sedih bukan main.. ternyata kejadian seperti tamparan waktu itu kemungkinannya pembuluh darah mamah pecah makanya terasa seperti ditampar kencang sekali dengan tensi yg sangat tinggi 260. sekuat itu mamah masih bisa tahan sampai tiba di klinik :( 

Semua menjadi berantakan.. Anak mamah paling kecil masih terlalu kecil untuk terima itu semua begitu juga kami. But Allah never gives u more than u can handle.

Hari berikutnya aku beranikan diri untuk menjenguk mamah, membawa Juniar juga anaknya yg paling kecil. tapi niar gabisa masuk ke ruang rawat karena masih terlalu kecil.Di dalam ruang rawat aku bisikan mamah untuk membuatnya lebih tenang. Ingat sekali "Mamah jangan khawatir, banyak yg jagain Niar, nanti tugas2 mamah disekolah putri yg kerjain. Mamah tenang aja ya, sembuh duluu" mamah seperti ingin menjawab bisikanku mulutnya bergetar namun tak mampu berucap, hanya air mata yg keluar dari matanya... Ya Allah cobbaan apa ini.

Di depan koridor rumah sakit ada Yogta dan Tama anak Mamah dengan raut muka sedih melihat kondisi mama seperti itu. Aku yang bukan anak kandungnya saja tak kuasa menahan tangis, apalagi mereka </3

Sepulang dirumah,tidak lama kemudian dapat kabar selepas magrib kalau mamah sudah pergi..

Kenapa secepat itu, tanpa ada tanda2 sakit sebelumnya. Di awali pagi dengan sarapan bubur sebelum penataran ternyata menjadi sarapan terakhir yg aku lakuin sama mamah. Mah! Kita belum siap 

Jadi sekarang gimana?

           Mau tidak mau kita semua belajar mandiri tanpa ada Masakan mamah dirumah, tanpa ada masakan nek dirumah. Tanpa ada omelan-omelan kecil dari mereka. Buat ku dan kaka ku ini menjadi giliran kami untuk membalas apa yg udah mama lakuin untuk kita. Yaitu menjaga dan merawat Juniar sampai besar nanti sama seperti mama yang merawat kita dan menjadi pengganti Mama kandung kita semasa hidup beliau.

             Doa ku simpel, cuma ingin semua rukun dan saling membantu untuk lewatin ini semua, Ya Allah mudahkanlah segala urusan kami, lindungilah kami selalu. Berikan tempat terbaik disisiMu untuk Nek dan Mamah.

Semoga Allah selalu memberi kemudahan untuk aku dan keluarga. Aamiin

Allah never gives u more than u can handle.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vocal Group X-G "Buka Semangat"

From Story to be a Memory